Minggu, 13 Februari 2011

MENJAGA SEMANGAT DAKWAH

 
Salah satu fungsi keluarga Muslim adalah amar makruf nahi munkar alias berdakwah. Peran ini wajib dilakukan suami maupun istri, serta anak-anak. Sebagai kewajiban yang melekat seumur hidup dan sepanjang hari, ada kalanya semangat dakwah mengendor. Kesibukan dalam rumah tangga, mengurus anak, dan mencari rezeki, terkadang membuat aktivitas dakwah di masa lalu yang penuh semangat juang hanya sebagai kenangan indah.

Tentunya hal itu tidak kita kehendaki. Di mana awal berdakwah bersemangat tinggi, dipenuhi dengan iman, kecintaan, persaudaraan dan pengorbanan, lantas mengendor dengan berbagai kesibukan rumah tangga.

Dan memang, sebagai istri, dituntut mempunyai double power. Pasalnya, selain menjalankan peranan sebagai ibu rumah tangga, dia juga harus aktif berdakwah di masyarakat. Untuk itu, harus disadari bahwa mereka mempunyai kewajiban untuk melaksanakan dakwah sesuai dengan tabiat dan kemampuannya.

Lantas bagaimana caranya untuk memotivasi diri supaya tetap bersemangat dalam dakwah?
  1. Pahami tujuan hidup. Ibadah kepada Allah SWT adalah tujuan dari penciptaan kita, sehingga apapun bentuk amal perbuatan itu dilakukan dengan kesadaran bahwa Allah SWT selalu berada bersama kita dan selalu mengawasi gerak-gerik kita.
  2. Memahami keutamaan dakwah. Selain wajib, dakwah meninggikan derajat manusia. Setiap Muslim yang menjalankannya akan memperoleh derajat yang tinggi di sisi Allah SWT dengan dikelompokkan ke dalam khairu ummah (umat yang terbaik), memperoleh pahala yang amat besar. Sabda Rasul: "Barangsiapa yang menunjukkan pada suatu kebaikan, maka baginya seperti pahala orang yang mengerjakannya" (HR Ahmad, Muslim,, Abu Daud dan Tirmudzi). Dakwah mendatangkan keberkahan, keberuntungan, baik dalam kehidupan dunia maupun di akhirat, terhindar dari laknat, dan memperoleh rahmat Allah. “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka menjadi penolong sebahagian yang lain, mereka menyuruh berbuat yang makruf, dan mencegah dari yang munkar, melaksanakan solat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa dan Mahabijaksana." (At-Taubah [9]:71)
  3. Memahami nilai dunia dibandingkan akhirat. Dunia bukanlah segala-galanya, karena itu tidak pantas kita merasa aman di dunia sementara tidak memiliki perbekalan yang memadai untuk menghadap Allah SWT. Kita tentu tak akan rela mengorbankan kehidupan yang kekal abadi hanya untuk mencari kehidupan yang fana ini. Kalaulah dalam menjalani kehidupan ini penuh dengan cobaan, musibah dan ujian, pada dasarnya kita tidak akan hidup selama-lamanya di dunia ini sebab dunia ini adalah penjara bagi orang yang beriman.
  4. Meyakini hari perhitungan (yaumul hisab). Kesadaran akan hari perhitungan, surga dan neraka akan memotivasi diri untuk mengisi seluruh waktu dalam kehidupan untuk aktivitas bernilai ibadah dan dakwah, karena setiap amal sekecil apapun akan ada nilai dan pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Setiap amal adalah merupakan investasi abadi.
  5. Mendekatkan diri dengan al-Quran dan Sunnah, serta berupaya untuk selalu berada di tengah orang yang sholeh. Dengan merenungi ayat-­ayat Allah akan dapat memberi semangat dalam memelihara ketaatan dan meninggalkan segala bentuk kemaksiatan, apalagi didukung dengan pergaulan bersama orang-orang yang shalih. Upayakan untuk selalu hadir dalam pertemuan rutin, niatkan sepenuhnya hanya karena Allah walaupun terdapat kekurangan di dalam pertemuan tersebut, paling tidak niat silaturrahimnya sudah terpenuhi.
  6. Memohon pertolongan dan bantuan Allah SWT. Senantiasa berdoa pada-Nya: Allahumma a’inni ‘ala zikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika (Ya Allah bantulah aku dalam mengingat-Mu, mensyukuri segala nikmat-Mu, dan dalam menyempurnakan ibadah-­ibadahku pada-Mu). Mensyukuri nikmat Allah berupa hidayah adalah dengan berdakwah kembali menyebarkan nilai-nilai hidayah yang telah kita peroleh.

kholda naajiyah
by Media Islam Online
*
Postingan Terkait Lainnya :


0 komentar:

Posting Komentar

 

Hizbut Tahrir Indonesia

SALAFY INDONESIA

Followers